Kwarnas Gerakan Pramuka Adakan Pelatihan Desk Relawan Penanggulangan Bencana

pramuka

Jakarta– Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Masyarakat Penanggulangan Bencana (MPBI), Yayasan Sayangi Tunas Cilik Indonesia (YSCTI) dan Desk Relawan Penanggulangan Bencana mengadakan Pelatihan Singkat Optimalisasi Penerapan Aplikasi Desk Relawan Penanggulangan Bencana di Gedung Kwarnas, Jakarta Pusat pada Sabtu 11 Januari 2019.

Pelatihan dibuka Deputi Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Kak Lilik Kurniawan. Ikut mendampingi Ketua Umum MPBI Kak Dandi Prasetia dan beberapa Andalan Nasional Kwarnas, seperti Kak Bambang Sasongko (Kokok), Kak Saul Saleky, Kak Adi Pamungkas, Kak Dedi Wibowo dan Kak Sukma Widya.

Pelatihan ini diikuti 91 peserta. Mereka berasal dari utusan Kwartir Cabang di Jakarta, Jawa Barat (Depok, Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor) dan Banten (Tangerang, Tangerang Selatan, Lebak, Serang) serta perwakilan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Kak Lilik Kurniawan menghargai inisiatif Komisi Abdimas Kwarnas Gerakan Pramuka untuk mengadakan pelatihan. “Ini jadi investasi buat relawan karena salah satu titik lemah selama ini adalah mereka tidak terdistribusi dengan baik. Pelatihan ini adalah upaya memperkuat koordinasi sehingga akan tertata dengan baik penyebaran para relawan,” kata Kak Lilik.

Menurut Kak Lilik, keluarga tangguh bencana menjadi faktor sangat penting yang komponennya adalah bapak, ibu, dan anak. Kak Lilik mengapresiasi Kwarnas Gerakan Pramuka yang memiliki pedoman dan melatih adik-adik di Gugusdepan melalui Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) berbasis Gudep.

BNPB sendiri telah memfasilitasi dan mensosialisasi adanya Desa Tangguh Bencana dan Kelurahan Tangguh Bencana. “Namun yang paling inti adalah keluarga. Gerakan Pramuka telah berperan dalam menyiapkan masyarakat atau keluarga untuk menghadapi bencana dan mencegahnya. Ini bagian dari pengurangan risiko bencana,” ujar Kak Lilik.

Kak Bambang Sasongko atau Kokok menjelaskan fasilitator pelatihan ini adalah Kak Petrasa Wacana dan Kak Fredy Chandra dari YSCTI. Materi diawali dengan pemahaman tentang peran dan positioning dalam konteks sebelum (pra), kejadian, dan pasca (sesudah) bencana.

Peserta dilatih tentang teknik melaporkan melalui aplikasi digital sehingga nantinya dapat terdata di desk nasional. “Dari aplikasi ini akan diketahui kekuatan relawan dan penyebarannya sehingga tidak menumpuk di satu lokasi,” kata Kak Kokok. Menurutnya, Kwarnas bakal memperoleh data para relawan dari sisi kompetensi, wilayah aksi, dan aktivitas yang akan dilakukan.

Teks: Kak Untung W.
Foto: Kak Kokok dan Kak Syaiful Hamzah

Total
0
Shares

Leave a Reply

Previous Post

Sanggar Saka Kencana di Cibubur Diperbaiki

Next Post

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Sesalkan Terjadinya Kasus Tepuk Pramuka di Yogyakarta

Related Posts
Total
0
Share
%d bloggers like this: